CERITA TERBARU SEX BAN MOBIL BOCOR MEMBAWA REJEKI

Posted on

CERITA TERBARU SEX BAN MOBIL BOCOR MEMBAWA REJEKI

CERITA TERBARU SEX BAN MOBIL BOCOR MEMBAWA REJEKI kali ini untuk berbagi Sex pengalaman seorang pria bernama Tony. Ketika ia sedang melakukan perjalanan pulang dari Bandung, Tony dan seorang teman bernama Tony Niera ban mobil bocor. Hal itu membuat mereka harus tinggal di hotel dan ada hubungan seksual antara mereka. Ingin tahu sisanya, langsung aja yuk baca dan merujuk pada cerita yang bagus hari ini.

51

Sebut saja nama saya Tony, sekarang 28 tahun, saya tipe orang yang bsa dianggap biasa-biasa saja. Tinggi 170 cm, putih, dan memiliki berat badan 67 kg. Saya sayai yang istimewa tentang saya. cerita seks saya ini terjadi pada tahun 2014 ketika saya menjalani semester akhir di sebuah unibersitas tinggi swasta terkenal di jakarta.
Saya berasal dari sebuah kota di Jawa Tengah, dan saya tinggal dijakarta kos kostsan. Saya punya teman yang memanggilnya Revita. Dia adalah seorang kampus dengan Me, Revita adalah gadis ber-putih, panjang badanya berambut hitam, kecil tapi berisi padat. Dia sebenarnya kita sudah memiliki persahabatan sejak duduk di bangku SMA.
Di masa lalu kami 4 orang teman saya, Revita Dery dan Deva, Dery dan Deva memilih untuk melanjutkan studi di luar negeri. Revita tinggalah sekarang saya dan 2 teman selalu bersama. Sebenarnya kita masih sering komunikasi dengan Dery dan Deva, meskipun itu hanya melalui media sosial saja. Kadang-kadang jika mereka kembali ke Indonesia, kita dihadapkan untuk berkumpul.
Dimana masing-masing dari kita bersama-sama, kami selalu menghabiskan waktu untuk mengingat tentang pengalaman dan untuk sekedar melepas kamki terjawab. persahabatanku dengan Revita ketika itu terbatas pada teman dekat saja. Kami Terlalu munafik untuk menghindari perasaan kita cinta dianatara. Setelah lulus dari sekolah tinggi Revita dan saya punya janji untuk pergi ke perguruan tinggi di Jakarta.
Bahkn kami berjanji untuk mengambil fakultas dan universitas yang sama. Tidak hanya itu rumah kos di mana kami benar-benar sangat dekat, meskipun berbeda dalam asrama. Maklum kamikan seks yang berbeda, HHE. Pada saat semester 3 aku memiliki hubungan dengan seorang wanita yang bernama Lola, namun hubungan itu tidak berlangsung lama, karena kita tidak lagi nyaman dengan satu sama lain. Sebenarnya, hubungan saya dengan Lola putus karena hubungan saya dengan Revita terlalu dekat. Pada waktu itu, sebenarnya saya turun ketika putus dengan Lola, tetapi dapat diselesaikan dengan Revita yang selalu berdiri di samping saya dalam suka dan duka. Revita teman memang benar bahwa selalu ada dalam setiap masalah saya.
AKMI teman-bahkan berpikir bahwa jika saya dan Revita memiliki hubungan khusus, karena kedekatan kami, kami hanya tertawa karena kami hanya berteman. Setiap satnight (Minggu malam) kami sering menghabiskan waktu bersama-sama apakah itu film, makan malam atau untuk belajar bersama. Awal tahun kami mendengar dari Deva Dery dan jika mereka akan kembali ke Jakarta.
Pada waktu itu kami beremat berencana untuk berlibur ke Bali, itu saat kami sudah menunggu. Bahkan, kami sudah booking hotel dan perencanaan yang akan menjadi tempat yang kita kunjungi. Tapi rencana itu rencana untuk tinggal, 4 hari sebelum hari besar, Deva dan Dery membatalkan niat mereka untuk Jakarta karena ada hal yang sangat penting, apakah peduli apa itu.
Pada akhirnya aku berpikir dan Revita-bagimana cara mengisi waktu liburan kosong karena kami harus membatalkan rencana liburan kami dengan teman-teman di perguruan tinggi. 1 hari sebelum hari aku sedang bermain di sebuah Revita pesantren, seperti biasa kami hanya mengobrol dan kecewa dengan batalannya libuaran kami ke Bali.
Di tengah percakapan kami, ketika tiba-tiba memiliki ide untuk liburan di Bandung tapi tidak tinggal. Pada Revita pertama awalnya ragu-ragu karena kebingungan akan pergi ke mana pun dan akhirnya kami sepakat untuk pergi ke Lembang, karena ada udara yang sejuk dan nyaman untuk menyegarkan. Setelah kami sepakat aku akan pulang ke kos saya untuk mempersiapkan segala sesuatu.
cerita pendek datang ahri liburan kami, maka saya harus bangun pada pukul 5:00 di pagi hari, dan kemudian aku menelepon Revita,
“Halo Ton, Ton sory Gwe baru bangun ya, kelelahan nggk semalem bisa tidur Gwe Ton, HHE”, ucapnnya.
Pada saat itu, terdengar tidur mengantuk dan kuramg,
“Kami akan berangkat gak nih Rev? Sudah di 5 melewati HLO ini, ntar kita kesiangan n terjebak”, ttanya saya.
“Jadi dong Ton, tapi tidak Gwe mandi ya, bentar yah yah Gwe mandi pertama. Loe di sini jika Anda ingin pergi langsung aja, gak Gwe kunci pintu, semua Loe masukkan item ke mobi Loe juga Gwe Ton”, katanya.
“Oke Rev, tetapi tidak tinggal yah lama”, jawabku singkat.
Tidak lama kemudian saya-sudah diparkir di depan Revita asrama dan segera pergi ke kamarnya. Ternyata dia belum selesai mandi saya dan dengan cepat memasukkan barang yang masuk ke mobil saya. Lalu aku berteriak dari luar kamar mandi,
“Rev, Gwe menunggu di dalam mobil dengan baik, GPL (tidak menggunakan tua)”, aku berteriak.
“Ya Ton, Gwe selesai dalam satu menit pula,” katanya.
Sekitar 10 menit aku menunggu di dalam mobil kemudian keluar dengan Revita-hitam T-shirt hotpant pasangan yang kita beli sebelumnya, agar terlihat sehati, HHE,
“Maaf yah Ton, tunggu begitu lama, Gwe sangat mengantuk pagi ini,” katanya.
“Ya santai kali aja Rev, yang penting kami selesai kursus,” jawab saya.
Sepanjang jalan kami berbicara banyak tentang kegiatan kampus, tesis dan hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari sambil mendengarkan lagu. Revita teman yang sangat baik. Kami saling menghibur dan saling melengkapi, bercanda dan menggoda-menggoda adalah hal yang umum bagi kita. Dan anehnya kita tidak pernah berbicara tentang perasaan kami masing-masing.
Hanya saja saya sering khawatir jika Revita sakit atau terjadi kenapa-napa dan sebaliknya. persahabatan benar-benar tulus dan saya takut untuk menodai dengan perasaan cinta. Takut dia meninggalkanku. Takut dia berpikir bahwa saya mengkhianati persahabatan kita. Saya mengendarai mobil tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Karena saya mencoba untuk menikmati perjalanan ini. Hanya sekitar 2,5 jam mobil saya sudah memasuki kota Bandung. Kemudian kami mencari restoran untuk sarapan kami. Kebetulan pagi sempet kita tidak makan, hanya makan makanan ringan di doank mobil. Setelah makan, kami mencoba untuk memasuki Factory Outlet (FO), yang satu untuk FO FO lain. Memilih pakaian dan akhirnya kami membeli sepasang kembar lagi shirt. Tidak merasa itu adalah masa lalu 5 sore, perut kami juga sudah mulai lapar.
“Ris, makan yuk, Gwe ah ya dan kita tidak terlambat untuk lembangnya baik”, kataku.
“Ya-ya Ton, Maaf yah itu Gwe bukan jam liat, kelelahan belanja keasikkan pula hehehe …” katanya sambil tertawa.
Kemudian saya diarahkan Jazz saya ke arah atas Bandung. Sekitar pukul 6 kita. Kami menikmati makanan di depan kami sambil minum cappuccino panas. Kami memiliki selera yang sama dalam minuman, sama-sama menyukain cappuccino. Pas aku melihat jam sudah 9:30 malem. Kami keasikan ngobrol sambil browsing laptop pakai jaring yang saya bawa dan tak terasa 2,5 jam telah berlalu.
Hujan turun deras sekali. Kami menunggu hampir 1 jam ternyata hujan tidak mereda. Akhirnya, kami berhasil meminjam payung sampai mobil dan itu sudah 21:45 pm. Dan akhirnya kami meninggalkan restoran. Tidak lama kemudian aku merasakan sesuatu yang aneh di mobil saya, kemudi menjadi berat dan saya pikir saya memiliki ban mobil kempes.
Kemudian, dalam hujan, aku menjatuhkan kedua Revita untuk melihat ban saya, tentu saja Revita payung saya. Ternyata saya benar-benar menemukan mobil yang tepat ban depan saya kempes, mungkin terkena psaya. Tidak mungkin untuk mengganti ban dalam situasi cuaca ini. Kemudian kami berdua kembali ke dalam mobil,
“Rev, ban mobil kempes ya, Gwe menggantikan sumur pertama, Loe hanya menunggu di dalam mobil,” kata saya.
“Loe gila yah? Ujan-ujan gini Loe ingin mengganti ban? Loe ntar sakit setelah semua bahaya Malem Malem mengganti ban,” katanya peduli.
“Jika Anda tidak suka ini kita tidak bisa Rev rumah, bersedia untuk menunggu hujan berhenti? Tambahkan malem lagi,” kataku.
“Pokoknya Gwe tidak setuju Loe mengganti mobil saat ini, jalankan deh memperbaiki mobilnya”, katanya.
Pada waktu itu saya pikir perkaytaaan Revita tempat dan kemudian melaju perlahan,
“Rev, Gwe Gwe punya ide tapi tidak yakin Loe setuju sama Gwe ide,” proposal saya.
“Apa ide Loe Ton?” Tanyannya.
“Bagaimana jika kita menemukan sebuah hotel atau penginapan, kita nginep semalem di sini, besok kita pulang, kecuali Loe ijinin Gwe mengganti ban mobil sekarang”, aku bertanya.
Revita berpikir sejenak dan menjawab,
“Oke kalau begitu kita cari hotel terdekat di sini daripada Loe keujanan dan sakit, itu lebih ngerepotin Gwe lagi nanti”, katanya setuju.
Beberapa menit kemudian kami melihat sebuah penginapan dan saya membeLoekkan kendaraan saya itu. Ternyata bahkan hujan semakin besar dan diselingi dengan kilatan keringanan. Dengan payung yang tidak terlalu besar kami berdua masuk ke Loebby untuk check-in. Pas masuk Loebby beberapa orang bisa melihat ke kami karena hampir semua pakaian kami basah karena hujan angin besar.
Saat itu saya diminta untuk resepsionis,
“Mas, saya pesen satu kamar tidur + 2”, kataku.
“Saya mas maaf, yang hanya tersisa satu kamar tidur ganda dan sisanya dari ruang keluarga,” jawab recepsionis itu.
Karena ruang tamu 1 hanya sayapun kemudian diminta untuk Revita,
“Bagaimana? Tidak ada tapi itu, akan tidak?” Tanya saya.
“Tidak ada pilihan lain, kan? Ya sudah mengambil aja deh Ton”, katanya
Kemudian kami kembali ke mobil untuk mengambil barang-barang dan menuju ke kamar. kamarnya hanya ada satu tempat tidur ganda berukuran, dan kamar mandi dengan shower air panas. Kemudian kami mandi di gilirannya. Aku hanya mengenakan celana boxer dan T-shirt yang kami beli di FO. Revita sambil mengenakan baju tanpa lengan dan celana pendek. Ketika tubuh terasa lelah,
“Riss, mengapa sih akan Loe nginep dan tidur di kamar yang sama bersama-sama Gwe?”, Tanya saya.
“Jangan percaya diri sebelum Loe Ton, Gwe hanya tidak ingin Loe menulis nyeri, nyeri saat Loe juga kerumitan ntar Gwe, yang ingin membeli obat? Siapa yang anterin Loe ke dokter? Setelah semua kita sudah persahabatan benar-benar tua, loe dan Gwe Gwe tahu siapa yang tahu siapa loe, “katanya panjang lebar.
“Dengan cara berkat yah’ve menjadi teman Gwe, Gwe sangat senang punya teman seperti Loe Rev, Gwe tidak ingin kehilangan Loe Rev,” kataku serius.
Saat itulah aku memeluk Revita diberikan. Dengan sedikit bingung Revita menyambut pelukan saya dan bertanya,
“Itu Loe Gwe tidak ingin kehilangan apa? Akan Gwe Emank? Gwe tidak pergi-mana saja”, katanya dengan seidkit lelucon.
“Gwe menyadari bahwa selama ini Gwe rasain ke Loe tidak merasa sebagai teman tetapi lebih, benar-benar mencintai Loe Gwe, Gwe Gwe tidak ingin Loe ninggalin dan menikah satu sama lain. Ternyata selama kebohongan yang sama sudah Gwe Gwe perasaan, Gwe takut untuk berbicara dengan Loe, maka semuanya akan berubah. Dan ketakutan Loe ninggalin Gwe Gwe Rev, “kataku panjang lebar.
Seperti yang saya mengintip di mata saya Revita,
“Ton, Gwe’ll tidak pernah tinggalin Loe, aku berjanji untuk Anda, coz, Aku cinta kasih banyak”, katanya dengan ekspresi wajah serius.
Aku melihat wajah cantik Revita menangis dan segera saya mencoba untuk memegang kepalanya dan mulai mencium bibirnya. Begitu lembut dan ini adalah karena ciuman pertama Revita Revita kencan belum pernah sebelumnya. Dan bagi saya ini adalah kedua kalinya karena sebelumnya saya pernah mencium mantan pacar saya.
Waktu yang cukup lama kami berciuman dan kemudian saya mulai memegang payudara dari Revita, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Aku meremas dengan lembut dan penuh kasih sayang. Revita mulai mendesah, aku dengan lembut mengangkat kemejanya dan ia dipatuhi. Terlihat dengen payudara putih puting merah muda, ternyata Revita tidak mengenakan bra setelah mandi, mungkin karena bra yang basah.
Aku segera turunkan celananya bawah celana dalamnya. Feminin terlihat putih dengan bulu dicukur. Aku mulai membelai dia dari leher, menjilati telinganya dan kemudian turun menuju payudaranya. Dia mulai menarik napas-napas kecil. Saya menkilati sekitar puting susu, sebuah gigitan kecil kecil di putingnya.
Revita mulai meracau. Aku terjatuh dan dihentikan feminitas dan klitorisnya menjilati. Ternyata klitorisnya basah, tampaknya Revita sudah terangsang. Dalam telaten Aku menjilat klitorisnya sampai dia menjambak rambut saya dan keluar cairan hangat. Revita feminin wangi sekali, tampaknya ia mengurus kebersihan kewanitaan nya.
Aku segera dilucuti saya telanjang, Revita tampak sedikit terkejut melihat kejantanan saya adalah berukuran sedang. Saya katakan padanya untuk mengocok lembut dan menjilati kedewasaan saya, pertama dia tampak jijik tapi dengan waktu mereka digunakan. Setelah lembut menjilat-menjilat dan isapannya pada kedewasaan saya. Tidak lama setelah saya mengatur kedewasaan saya untuk kaum hawa lubangnya.
Aku melihat dia dengan tajam dan dia hanya menatapku dan menutup matanya. Saya tidak tahu apakah itu tanda kesepakatan atau tidak tapi dia tidak menolak. Aku mulai memasuki perlahan, dia sedikit rasa sakit dan kemudian saya berhenti sejenak dan kemudian saya mencoba untuk masuk kedewasaan saya lagi sampai akhirnya memasuki, darah perlahan-lahan mulai keluar dari kewanitaan nya.
Saya percaya bahwa darah perawan Revita. Lalu aku mulai bergerak maju mundur dengan tempo normal, Revita tampak kesakitan tapi menikmatai. Sekitar 15 menit kami melakukan itu sampai aku sudah mulai merasa seperti Climax dan diminta untuk Revita apakah dikeluarkan di istana atau di luar dan dia mengatakan kepada saya di kursus, dan tidak lama kemudian,
“Crottttt … Crottttt … Crottttt … Crottttt …”
Tersemburlah air mani saya bercampur lendir Kawi Revita Revita memenuhi lubang kewanitaan. Sesaat kemudian kami berbaring lemas di tempat tidur dan membayangkan apa yang telah kita lakukan. Kami bertukar kata. Saya mencoba untuk beralih ke Revita dan ia air mata keluar. Aku mulai bicara saya,
“Rev, maafkin yahg Gwe, Gwe ngelakuin tidak harus memiliki ini pada Loe, Gwe benar-benar kesalahan, memaafkan Gwe ya Rev”, kataku dengan air mata di matanya.
“Tidak ini bukan salah satu Loekog Ton, loe tidak perlu meminta maaf,” katanya, sambil menyeka air matanya.
“Rev, Gwe janji nikahin Loe, Loe ingin jadi Gwe calon istri?”, Tanya saya.
Sambil tersenyum, ia berkata,
“Ton, Loe orang baik. Loe selalu ada untuk Gwe Gwe utuh saat Loe. Loe selalu mengerti bagaimana memperlakukan Gwe. Gwe benar-benar waktu yang menyedihkan Loe diciptakan liat di Lola, tapi Gwe ingin melihat Loe bahagia. Orang Loe Gwe sempurna di mata , tidak ada alasan untuk mengatakan tidak untuk Loe. Loe sayang sama Gwe, Gwe ingin menjadi istri Loe Ton “, katanya membuat hati saya tenang.
“Rev Maksih ya, aku berjanji akan selalu buwat loe bahagia dan tidak akan seklaipun ngecewain Loe … Cinta kasih banyak … Emuuuachhh Rev …”, kataku, mencium keningya.
“Ya terima ya Ton, Cinta Begitu banyak”, katanya.
Singkat cerita, setelah kejadian itu, pada akhirnya kami juga yang pacaran dan hubungan yang semakin intim. Akhirnya setealah pada wisuda kami, dan saya mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan asing dan bekerja Revita dalam satu Sawata Bank di Indonesia. Pada bulan Juni 2015, kami memutuskan untuk menikah dan hidup kamipu n selalu senang. Dilakukan.