CERITA SEX DI DAPUR MENJADI SAKSI BINALNYA NAFSU KITA

Posted on

CERITA SEX DI DAPUR MENJADI SAKSI BINALNYA NAFSU KITA

CERITA SEX DI DAPUR MENJADI SAKSI BINALNYA NAFSU KITA Panggil saja aku nama Teguh (nama samaran), di situs dewasa saya akan berbagi cerita tentang pengalaman seks yang sangat jahat adrenalin. Usia saya sekarang 25 tahun. Kisa seks terjadi ketika aku duduk dibangku SMA, tepatnya ketika saya duduk di kelas III SMA. Sampai saat cerita mesum Hot masih tertanam dala pikiran saya dan pikiran saya.

Cerita seks saya cukup cerita seks yang tidak wajar, mengapa demikian ?? karena saya di sini akan menceritakan kisah seks dengan bibi saya yang cukup seksi dan menawan. Cerita seks berasal dari yang mempercayakan saya dengan orangtusaya adik dari ibu saya adalah bibi saya. Ini benar-benar cantik, putih bertubuh halus bibiku.

7

Pokonya pembaca melihat bibi saya akan berpikir seperti saya. Aku hanya sebagai keponakanya benar-benar ingin berhubungan seks dengan dia untuk menikmati kehangatan. bibi saya bernama Irma, bibi Irma adalah seorang ibu tunggal dari dua anak-anak untuk anaknya satu laki-laki dan satu perempuan.

bibi saya janda bukan karena kehendak-Nya, ia meninggalkan seorang janda karena suaminya meninggal akibat kecelakaan motor motor cross acara. Suami almarhum Bibi Irma adalah seorang pembalap sepeda motor lintas cukup terkenal di wilayah tersebut. Ini disayangkan Bibi Irma, usia yang tak terhitung jumlahnya cukup muda sudah janda dengan dua anak di usia yang masih berusia 35 tahun.

Meskipun Bibi Irma janda dengan dua, tetapi tubuhnya benar-benar terawat dengan baik sekali dan masih tipis dan seksi. Maklum saja walaupu janda Irma Bib termasuk JAPAN (janda didirikan) kondisi ekonomi tergolong lebih dari cukup. Bibi Irma melsayakan latihan hampir setiap minggu aerobik, perawatan spa dan masih dilsayakanya banyakk.

Akibatnya, Bibi Irma bila dibandingkan dengan gadis 22 tahun tidak kehilangan. Ditambah Bibi Irma memiliki pantatnya semok dengan pinggul kompak. betis sangat putih dan paha semua pembaca, bahkan tumpukan lemak dan selulit tidak ada sedikitpun tubuhnya. benar stabil. payudaranya besar, saya perkirakan sekitar nya ukuran bra 34B.

Payudaranya tablet, masih cepat sekali, tidak kendur sedikit pun. Jadi Jika di luar rumah, Bibi Irma adalah seperti seorang remaja yang menginspirasi gairah pria.

incest cerita seks bibi saya Irma adalah benar-benar tidak terduga sama sekali, bahkan saya tidak berharap untuk melakukan hubungan intim denganya. Saat itu suasana rumah sepi, kemudian setelah sekolah aku aku, melihat Bibi yang sedang sibuk memasak untuk hidangan makan siang. Oh ya, bibi saya adalah seorang guru, kebetulan ketika itu jadwal mengajar hari Bibi hanya satu saja saja.

Dengan langkah yang terlihat lelah karena kelelahan, saya langsung munuju spontan mendekati meja dan berkata,

“Bibi, makananya tidak siap yah?” Aku bertanya bib Irma.

“Ada ya Guh, pasien ya, Mbak Surti (pembantu bibi saya) bukan pagi belanja disusruh belum pulang, jadi Bibi repot-repot deh”, keluh Bibi Irma.

Ketika itu terlihat di dahi sungai yang mengalir padanya keringat, belum lagi tangannya ditutupi dengan berbagai rempah-rempah yang diraciknya. Itu jelas bahwa Bibi Irma pernah bekerja sekeras ini. Namun, untuk beberapa alasan melihat semua wajah bibi saya lebih indah. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang tidak ketat.

Jadi ketika terlihat membentuk bokong semok dan pinggul seksi daster tipis mundur. Daster itu sehingga terlihat agak ketat dan memetakan garis celana dalam saat dia membungkuk. Uhhh, sexy sekali pikiran saya mulai melayang tidak jelas. Saya mebayangkan belum selesai Bibi Irma, tiba-tiba TIB katanya,

“Bik, Teguh bantuin Bibi ya?”, Kataku.

“Tidak apa-apa Guh, di sini-sini !!!” Bibi tidak keberatan.

Lalu aku menuju ke Bibi, ketika tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai aku mendekat, untuk alasan apa pun, tiba-tiba air keran di dishwater copot. Secara otomatis mengarahkan air dengan cepat menyembur tentang Bibi Irma yang terjadi pada waktu itu di depan keran Bibi sebelumnya, dan kemudian,

“Oh Guh, tolongin Bibi, bagaimana ya Guh ??” Aku ucapBibi panik berusaha menutupi saluran air menyembur dengan tangannya.

Karena tubuh bibiku tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Lihatlah semua gaun direndam sekali lagi memetakan pantat besar. garis celana dalamnya sekarang terlihat lebih jelas.
Dengan tergesa-gesa, tanpa berpikir lagi saya langsung datang dan membantunya berdiri saluran dengan tangan saya juga.

Saya menyadari tanpa posisi tubuh saya ketika itu seperti memeluk dari belakang. Bisa membayangkan, penis saya sengaja juga pada bagian pantat sekal dan semok. Situasi ini bertahan selama beberapa waktu. Menyebabkan sesuatu yang kotor pikiran saya,

“Guh bagaimana ya?” Bibi saya bertanya tanpa bergerak.

“Duh gimana ya Bibi, Teguh juga bingung ya Bik?” Kataku mengulur waktu.

Pada saat itu, karena gesekan yang berlebihan pada penis saya, jadi saya tidak bisa membantu tetapi merasa gairahnya. Perlahan-lahan aku mengambil satu sisi dari terowongan air, pura-pura meraba-raba sekitar cucian, mencari sesuatu untuk menutup saluran air sementara. Tanpa pengetahuan saya itu dari celana saya di bawah celana saya juga.

Ini agak sulit tapi saya akhirnya lakukan dan tetap di posisi semula sekarang bawah saya tidak tertutup lagi. Kemudian,

“Yah, tidak ada yang bisa membuat Bibi ditutup. Teguh singkat carikan dulu yah Bik”, kataku.

Sekarang, niat saya bukan untuk ditahan lagi, saya perlahan-lahan melepas pegangan saya di saluran air, kemudian,

“Bertahan Bibi,” kataku sedikit terengah-engah pantang.

“Yah, ada GIH Cepat, Bibi sudah kaku ya,” kata Bibi.

Kemudian, tanpa berpikir, saya mengungkapkan dasternya kecepatan kilat, kemudian dengan kecepatan kilat juga berusaha untuk menurunkan celana dalamnya yang entah bagaimana warna apa, karena basah kuyup oleh air, sehingga asli buta warna.

“E … e … e … apa sih Guh, melakukannya dong !!!” Bibi tegur saya.

Ketika sadar Bibi rilis pegangan saluran air untuk memegang tangan saya, masih berusaha untuk melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.

“Aohhhh … ughhh …”, kata bibi saya jadi tidak jelas karena penetrasi mulutnya air.

Tanpa disadari bibi saya juga mencoba untuk menutup saluran air dengan tangan lagi, tangan otomatis tidak ditahan lagi. Kebetulan saya pikir, dengan sentakan bibi saya celana turun sekitar ujung kakinya.

“Oughhhh …. Guh tidak, aku bibimu, jangann Guh, silahkan … !!!”, kata Bibi memohon.

Kepalang, saya langsung jongkok. Saya kemudian bor pantat besar dan mencari liang senggamanya. Aku membawa kepalsaya, aku terjebak lidahku untuk mencapai kewanitaannya.

“Sss … Guh … Aghhhh …” desah Bibi.

Ini ternyata menjilati putaran pertama saya bisa membuatnya bergetar tanpa bergerak dari tempat asalnya, jika air bergerak akan membesut lagi pasti. Pada saat itu, lidah saya merasa lebih bebas aroma kewanitaannya, masuk ke membuat bibi saya bergetar. Entah bagaimana tidak ada bahasa tubuh lebih yang menunjukkan penolakan.

Ketika kepala semakin menggeleng ayun. Kecari clitorisnya, memang agak sulit, karena dapat kuhisap berjalan, dua jari juga menusuk kewanitaan liang nya. Tidak ada jumlah terukur lendir, tak lama setelah itu, bergetar pantat terasa besar.

“Aghhhh … Oughhh … Guh … Sssss … Aghhhh …”, dengan erangan keras, bibi saya tampaknya telah mencapai klimaks.

Pada saat itu tubuh langsung lemas tapi tanpa menghapus pengangannya dari saluran air.
Sayangnya saya tidak punya apa-apa saya pikir. Aku berdiri tegak, saya siap senjatsaya sudah mengacungkan keras. Dengan dua tangan saya mencoba mendorong dua bagian pantatnya sementara aku menaruh penis saya di kewanitaannya. Kudorongkan sedikit demi sedikit.

Setelah itu benar-benar tepat di mulut kenikmatan liang, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar,

“Aghhh … sakit Guh … Aow … perlahan …”, kepala bibi saya langsung melompat, tanpa sadar pegangan pada saluran air terpisah.

Air menyembur deras. Kepalang basah, jadi mungkin berpikir bibi saya karena kemudian ia hanya memegang cucian dipinggiran. Saya pikir tidak ada penolakan. Kudiamkan saat penis saya yang sudah masuk sampai ke pangkalnya di Feminin bibi saya, saya benar-benar menikmati betapa ternyata Feminine sudah mengeluarkan tiga orang manusia masih gigitan nikmat.

Ini sensasi yang sangat tidak biasa sama sekali. Perlahan aku menarik, maka saya mendorong lagi,

“Oughhh … Guh … Sssss … Aghhhh … sayangi … cepetin menyodok Anda … Oughhh … cepat, Aghhhh …” desah Bibi.

Sayangi pantat bergoyang melawan arah kocokanku,

“Oughhh … Yeahhh … Nah jadi Guh, sehingga teruuss Oughhh … ya …” Bibi saya Pinta.

Pada saat itu saya terus mengocokkan penis saya dengan cepat. Sesaat kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat,

“The Guh cepat, Bibi keluar lagi … Oughhh … Aghhh …”, kata Bibi nikmat.

Kemudian kepala lebih dan menggeleng acuh,

“Cepatt … Cepatt truss … ouchh … Bibi kelluaarr … aghhhhhhhhhh”

Bibi Irma akhirnya mendapatkan Klimaksnya disertai dengan kepala terangkat, tangannya mencengkeram cucian pinggiran erat,

“Tarik keluar Guh … Bibi linuu …” pinta Bibi saya, karena saya merasa bahwa itu beringsut dari belakang.

“Apakah Teguh menarik, tapi sumpah kemudian diteruskan lagi ya Bik? Kataku.

“Ya, tapi sekarang dari aja depan yah Guh,” Bibi saya janji.

Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya kusut dan basah. Lalu ia duduk di piring sambil menghadap saya. Aku mendekat, Saya mencari bibir langsung dan kemudian kami berpagutan lama. Sementara kami berciuman, satu tangan membimbing penis saya terhadap feminitas liang. Tanpa memberitahu pantat dua kali kudorongkan ditambah dengan masuknya penis saya juga.

“Aghhhh … Oughhh …”, keluh bibi saya, mencium kami terpisah.

“Boost Cepatt Guh … Aghhhhh …” pinta bibi saya sementara pahanya semakin melebar.

“Lihatlah Bik … ??? kataku sambil mengocokkan penis saya dengan cepat.

“Gila sekalii kuat Anda Guh … Anda …”, katanya, satu tangan menarik satu tangan, kemudian meletakkannya di bagian atas kewanitaannya.

Saya tahu ingin mengatakan,

“Aghhhh yang ituu … teruss enakk Guh … ohh … teeruss …”, bibi saya mengerang saat penis saya sambil tangannya mengocok Feminin juga memelintir klitorisnya.

Oughhh Guh, Bibi nyaris ya … “, katanya.

Ketika tubuh mulai bergetar agak keras,

“Saya juga hampir klimaks Bik … Oughhh telah eenakk Bibi …”, kata saya mulai tidak bisa mengendalikan lagi, Climax saya tinggal sebentar lagi.

“Ingin dikeluarin di mana Bik? Aku meminta izin mrminta.

“Saya tidak bisa harus berpikir tentang hal itu, Ayoo teruss … didalem juga melakukan Papa
Ayoo … Bibi sudah menyapu nihh Guh … “, kata Bibi.

“Oughhh … enakk … Cepatt Guh …” desah bibiku.

“Rocking Bik, kami serempak ajaa … Oughh,” kataku.

Pada saat itu aku merasa klimaks saya sendiri menyapu. Semakin kocokanku kupercepat, bibi saya juga diimbangi dengan gemetar pantatnya. Berpegang pada bagian belakang pantatnya, saya mengambil sperma saya.
“Aku keluarr Bik … Aghhhhh …” Aku dikatakan telah mencapai klimaks sementara aku mengubur dalam-dalam.

“Bibi juga Guh … Aghhhh … GILAA … enaknya …”, dia erangan sementara jari-jarinya mencengkeram bahuku.

Akhirnya kami berdua jatuh lemas. Kudiamkan pertama penis saya masih di kewanitaannya. Aku melirik ada sedikit sperma cair dari kewanitaannya. Bangun dari dosa, bibi saya mendorong tubuh saya.

“Kamu nakal Guh, beraninya kau berbua seperti ini sama Bibi”, kata bibiku.

“Tapi Bibi juga menikmatinya, kan?”, Jawab saya.

Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya dan kemudian diteruskan ke kamar mandi. Aku mencoba mengejarnya tapi dia sudah masuk kamar mandi kemudian menguncinya,

“Bibi air di waduk telah habis hloh”, aku bercanda di luar kamar mandi tapi tidak ada respon dari dalam.

Sejak, hubungan saya dengan Bibi menjadi begitu saja. Hampir setiap hari kita lakukan jika hubungan seks mungkin apakah suasana rumah. Demikian cerita seks saya. Dilakukan.

Recent search terms:

  • cerita pembantu bik sum dan anaknya