CERITA SEX BELAH DUREN PENGANTIN BARU

Posted on

CERITA SEX BELAH DUREN PENGANTIN BARU

CERITA SEX BELAH DUREN PENGANTIN BARU Nama saya Romi, saya seorang pria cukup matang karena saya sudah berumur 26 tahun. Situasi saya saat ini adalah seorang pekerja di salah satu plastik. Di sini saya akan menceritakan kisah sexs saya dengan istri nya tetangga-kan kamarku menyewa. Cerita ini dimulai pada sore hari, aku terbangun. Aku melihat jam di dinding di kamar saya menunjukkan pukul 16.00.

Pada sore saya iseng-iseng memanjat dinding tembok pembatas kamarku, dan ruang sebelah yang diduduki oleh pengantin baru, yaitu Mas Alex dan Mba ‘Rica. Hanya pada waktu itu saya berniat untuk melihat aktivitas melalui fentilasi tetangga. Setelah saya melihat ternyata mereka berbaring mengobrol di tempat tidur.

12

Pada waktu itu saya mengawasi kegiatan mereka, ketika aku melihat Alex Mas hanya mengenakan singlet, serta Mba ‘Rika hanya mengenakan pakaian dalam. Hanya karena masih pengantin baru di kamar hanya mengenakan celana dalam saja. Pada saat itu saya berharap untuk meraka bahwa mereka segera berhubungan sexs.hhe. tidak lama setelah itu, Alex Mas dan Mba ‘Rica berbicara dengan pelukan.

Karena posisi saya saat itu agak jauh dan hanya melihat dari fetilasi pinggir lapangan, maka saya tidak memahami apa yang mereka bicarakan. Ketika sesekali Mba ‘Rika tertawa, dan saya juga mengamati beberapa kali Mas Alex meremas payudaranya Mba’ Rica. Setelah sekian lama aku menunggu, pada akhirnya saya harapkan terjadi juga.
Tiba-tiba Mas Alex membuka celana pendek dan memegang tangan Mba ‘Rica.

Kemudian Mas Alex kemudian mengatakan kepada Mba ‘Alex Mas Rica memegang kejantanan. Mba ‘Rika tampaknya oleh dan meletakkan tangannya ke dalam celana boxer Alex Mas, tapi hanya sebentar ditarik kembali, ternyata mba’ Rika menolak. Yahhhh, telah mengatakan seperti yang tidak ingin, terutama jika disuruh nyepongin, kataku dalam hati kecewa.

Tapi kekecewaan saya lega karena sesaat kemudian Mas Alex tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Sekarang ia hanya berCD (celana dalam) dan bersinglet. Kemudian Alex Mas-memeluk Mba ‘Rica. Aku tersenyum dengan gembira, keinginan saya untuk melihat mereka berdua bercinta tampaknya akan terpenuhi

Tidak lama setelah itu, Alex Mas-melepas pelukannya dan Mba ‘MBA’ Rika-mulai melepas celananya. Sekarang, sama seperti suaminya, Mba ‘bersinglet Rika dan berCD (celana). Saya melihat pahanya, putih dan halus sekali.Kemudian Mas Alex tiba-tiba mengeluarkan kejantanannya dari CD (celana dalam) itu. Kecil, dibandingkan punysaya, saya berkata dalam hati melihat Alex Mas kejantanan.

Alex Mas-segera tersedak Mba ‘Rika, Alex Mas tampaknya ber-penestrasi Mba’ Rica. Aku melihat Mba ‘Rika memelorotkan CD (celana dalam) hanya sebatas pahanya saja. Sesaat kemudian aku melihat Alex Mas perlahan memasukkan kejantanannya kewanitaan lubang Mba ‘Rika ditutup rambut feminitas.

Setelah kejantanan Mas Alex masuk seluruhnya ke dalam liang senggama Mba ‘Rika, Mas Alex memeluk Mba’ bertubu Rika menciumnya berulang kali. Ini dilsayakan cukup lama.Saya sedikit heran mengapa Mas Alex tidak melsayakan genjotan, tidak mendorong pinggulnya. Mas Alex adalah pelukan diam Mba ‘Rica.

Payah ya, itu pasti karena Mas Alex tidak tahan untuk bermain lama, tidak suka aku berkata pada diriku sendiri, tertawa, merasa unggul dari Mas Alex. Di sinilah saya mulai melihat kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam MBA melsayakan tumpangsari ‘Rika.Ditambah lagi, insiden itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 7 menit. Meskipun Mba ‘Rica bisa mencapai klimaks, tapi Mas Alex terlalu cepat.

Saya me-catch kekecewaan dalam menghadapi MBA ‘Rica, meskipun Mba’ Rika berhasil tersenyum setelah pertandingan, tapi saya yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Alex. Dari hasil pengintaian sayakemarin, itu membuat saya menyimpulkan, ada kemungkinan aku bisa bercinta Mba ‘Rika dan merasakan nikmatnya tubuhnya, jika perlu, saya juga akan menanam benih di rahim Mba’ Rika, Itulah tekadku .

Dari kejadian itu saya-mulai membuat rencana. Kebetulan Mas Alex tidak bekerja, ada kesempatan bagi saya untuk membuatnya cukup lama untuk bagian dari Mba ‘Rica. Selain itu, saya punya teman yang bekerja di perusahaan, nama Totok.Siang ini saya temui Totok di kantornya,

“Rom Hi, how are you?” Tanya Totok, menjabat tangan saya.

“Nah ya Tok”, kataku ter-senyum.

“Oh ya, duduk Rom deh, mari kita ngobrolnya enak”, kata Totok mempersilahkanku.

Setelah saya duduk di kursi kantornya yang empuk itu, aku mulai membuat permintaan,

“Tok, aku butuh bantuan Anda,” kata saya.

“Oh, itu semua bisa diatur, Rom ni emang bantuan apa?” Tanya Totok.

“Saya membutuhkan pekerjaan ya Tok”, kataku.

“Ouh bekerja, itu adalah Rom mudah, apa yang Anda posisi dan bertanya apa gaji bagaimana ???” tanya Totok.

“Tidak buwat Maksudku Tok, tetapi untuk orang lain”, terang saya.

“Hmmm … jadi untuk siapa?” Tanya Totok.

“Untuk teman saya, Alex Mas nama Tok, Anda telah mewawancarai, ditempatkan di manapun Anda suka, tidak perlu posisi yang tepat tinggi”, terang saya.

“Aneh … tapi jika itu yang Anda inginkan, baik itu baik-baik saja,” jawabnya.

“Yang penting Anda telah mewawancarainya cukup lama, dan Anda wawancarnya yang dapat diulang hingga beberapa kali sehingga Tok”, saya menjelaskan secara Totok.

“Oke Rom, kalau itu semua keinginan Anda,” jawab Totok mematuhi saya.

“Tapi … nanti jadwal wawancara tentuin saya ya Tok, HHE … Bagaimana, bisakan Tok ???” aku memohon lagi pada Totok.

“Ah, Anda seperti Rom aja, yaudah deh deh aja Rom terserah anda”, kata Totok menegaskan kehendak saya.

Jadi kemudian aku mulai penjadwalan wawancara Alex Mas, mulai lusa, Rabu sampai Jumat dari pukul 07.00 hingga pukul 10.00 pagi.Totok menyetujuinya, maka saya minta pulang. Dalam perjalanan pulang, hatiku sangat senang, membayangkan kegembiraan tubuh Mba ‘Rika itu. Sesampainya di kos-kosanku, aku langsung bertemu dengan Mas Alex di wastafel, tampak Mas Alex adalah kemeja menyuci.

“Mas … aku ingin bicara sebentar,” kataku untuk memulai percakapan.

Pada saat itu Alex Mas-berubah dan berhenti bekerja,

“Apa Rom ???” tanya Alex Mas.

“Katakan ya Mas, saya mendengar Alex Mas mencari pekerjaan, kesempatan terakhir saya untuk menempatkan teman saya, dia perlu pegawai baru, dia nya masih malas untuk menempatkan iklan di koran, karena ia hanya membutuhkan satu orang,” kataku panjang lebar menjelaskan.

Pada waktu itu saya sedikit berdebar karena menunggu respon Mas Alex. Setelah beberapa kali aku melihat Alex Mas diam, merenung, kemudian

“Hmmm … Saya pikir pertama, sebelum berkat ya Rom”, kata Mas Alex.

“Ya Mas sama-sama …”, kataku sambil tersenyum.

Itu dalam hati saya, saya pikir semua akan hilang kesempatan, tapi sekali di dalam ruangan, sekitar 1 jam kemudian aku tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Saya kemudian terbangun, mengucek mata saya, melihat keluar jendela. Tampak Mas Alex berdiri menunggu. I-cepat membuka pintu.

“Yah … tidur ya, jika demikian kemudian deh”, kata Mas Mas Alex akan pergi lagi.

“Nah KoG Mas, aku terjaga ya”, kataku mencoba untuk mencegah Mas Alex pergi.

“Kau tidak tidur everynight?” Tanya Alex Mas.

“Ndak … hanya mendapatkan di Mas”, aku berkata diundang.

Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, dan kemudian …

“Lihat, ini adalah tentang aplikasi pekerjaan yang Anda mengatakan itu, tempat di mana sih?” Tanya Alex Mas.

“Ooo … itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaan PT. A, tidak banyak pula Mas”, saya menjelaskan.

“Persyaratan apapun ya rom tentang?” Tanya Alex Mas.

“Saya tidak benar-benar tahu terlalu tuh, Mas Alex pergi hanya ada. Bertemu teman saya, Totok, kata Mas butuh pekerjaan,” dia dari Romi.

“Yah … mengapa ia tidak merasa begitu, seperti nepotisme saja …”, Mas Alex tampaknya pikiran.

“Tidak … tidak … kog, perusahaan besar, Mas belum tentu ada diterima, Mas tetap melalui tes pertama,” kataku meyakinkan Mas Alex.

“Hmmm … baik, saya pertama kali mencoba Rom deh, apa waktu ya di sana?” Kata Mas Alex.

“Beberapa jam saja bekerja dengan baik, pada pukul 07.00 WIB saja Mas” lagi, saya sarankan.

Mas Alex hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi sementara tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kepadsaya. Aku hanya tersenyum, kemudian menjauh keinginan saya tercapai. Hari ini Selasa, cocok pra-diksiku, Mas Alex telah meninggalkan pagi, dan sekitar pukul 11.00 siang pulang.Saya pos baru ke kamarnya dan mengetuk pintu,

“Assalamualaikum”, ucapan saya.

Waalaikumussalam, Alex Mas respon terdengar dari pintu kamarnya.Lama baru dibuka, dan Mas Alex mempersilahkanku untuk masuk. Aku melihat di kamarnya, istrinya sedang duduk di tepi tempat tidur dengan saya mengenakan jilbab putih, tersenyum padsaya. Mba ‘Rika tampak indah.

“Bagaimana Mas, bertahan?”, Tanya saya.

“Oh … kemudian saya diberitahu untuk berada di sana lagi besok untuk mewawancarai Rom”, kata Alex mas.

“Terima kasih Tuhan, saya berdoa agar keterima ya Mas”, kataku berbasa-basi.

“Terima kasih ya Rom”, katanya.

Setelah bertukar – basi cukup lama, jadi aku permisi,

“Eehh … whoa, Anda belum minum khan”, kata Mas Alex mencoba untuk berhenti.

“Mari Membuat air minum Mah dong”, perintah-nyuruh Mas Alex saya istrinya.

Aku menolak dengan halus,

“Ah tidak perlu Mas, saya sebentar aja kog, karena saya tidak punya bisnis”, kataku berpura-pura.

“Oh baik maka, sekali lagi terima kasih ya”, kata Mas Alex.

Aku tersenyum mengangguk, melihat Mba ‘Rika tidak membuat minuman. Saya kemudian pergi ke ka-Marku, riang karena segera saudara saya akan bersarang dan menemukanpasangannya.

Hari ini Rabu, Mas Alex telah berangkat dan meninggalkan Mba ‘Rika sendirian di kamarnya. Rencana mulai kulaksanakan. Aku membongkar beberapa koleksi kaset pornoku, memilih salah satunya yang saya pikir bagus, kaset porno dari Indonesia sendiri, kemudian dibungkus dengan jambu.Kemudian kertas merah membawa bungkusan kaset, saya menuju ke kamar tetanggsaya, mengetuk pintu,

“Assalamualaikum, saya mem-menyapa. Baru jawaban suara lama,

“Waalaikumsalam,” kata Mba ‘Rika dari dalam ruangan.

Tidak kama-pintu terbuka, saya melihat Mba ‘Rika menjulurkan kepalanya terselubung itudari retak di pintu,

“Apa itu?” Dia bertanya.

“Ini hadiah dari saya, saya ingin meninggalkan kemarin tapi lupa saya katakan, menunjukkan bungkusan Kaset”, kataku.

“Oh, baiklah,” kata Mba ‘Rika dia bermaksud untuk mengambil bungkusan itu di tanganku.

“Eee … tunggu MBA ‘, isi ini Kaset, saya ingin melihat apa yang bisa terjadi di sekitar tidak di komputernya Mas Alex,” kataku mengarang alasan.

Beberapa keberatan tampaknya, akhirnya Mba ‘Rika mempersilahkanku untuk masuk, saya percaya dia kurang mengerti tentang komputer. Di dalam ruangan, saya menyalakan komputer dan mengoperasikan program dvd player, dan kemudian aku memasukkan kaset dan kujalankan. Kaset Menurut kira itu pergi besar.

“Mba ‘film pingin?”, Aku bertanya, mencari Mba’ Rika yang telah duduk di belakang menonton saya.

“Film apa itu?” Tanya Mba ‘Rika mengatakan kepada saya.

Pokoknya bagus keren Mba ‘filnya “, kataku.

Kemudian memberikan pe-point untuk MBA ‘Rika, bagaimana untuk menghentikan pemain dan mematikan komputer. Mba ‘Rika hanya mengangguk, kemudian kupermisi pergi Film mumpung belum masuk ke intinya. Tetangga saya pintu kamar itu kembali ditutup, aku bergegas ke kamarku, seperti mengintip apa dilsayakan Mba ‘Rica.

Setelah di kamarku. melalui fentilasi melihat Mba ‘Rika menonton di depan komputer. Dia tampak terkejut melihat adegan porno langsung hadir di layar komputer. Saya cemas menunggu reaksi. The menit berlalu sampai 15 menit telah melihat Mba ‘Rika masih menonton. Saya berarti senang Mba ‘Rika mencintai.

Kemudian sesuatu yang lebih dari yang saya harapkan, tangan Mba ‘Rika ketika mulai masuk ke rok, dan bergerak di rok itu.

“Ssssss … Oughhhh … Aghhhhh …”, dia mendesah mulai.

Mba suara ‘Rika mendesah mendesah, tampaknya merasakankenikmatan.Saya terkejut, Wah, besar udara-masturbasi ternyata aku berkata kepada diriku sendiri. Tampaknya pada waktu itu saya ingin masuk ke ruang Mba ‘Rica, kemudian memeluk dan hubungan langsung. Itu masih hanya angan-angan, tapi saya sadar, ini perlu proses dan itu tidak semudah seperti yang saya katakan sebelumnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengintip, dan mengambil inisiatif untuk mengukur kemampuan saya. Aku mulai masturbasi melsayakan memain-mainkan kedewasaan saya. Film di komputer terus berjalan, diperkirakan hampir 1 jam durasi, tanda bahwa film ini akan habis dan Mba ‘Rika terlihat sudah empat kali klimaks, luar biasa.

Dan ketika film berakhir, Mba ‘Rika masih me-up untuk memenuhi klimaksnya terus menstruasi mereka menjadi lima kali.

“Aghhhhhh …”, Mba ‘Rika tersentak diam-diam ditandai klimaks.

Tak lama setelah klimaks Mba ‘kelima Rika ikut-ikutan ejakulasi.

“Oughhhhh …”, suara-ku menemani gelombang air mani di tanganku.

Saya merasa hebat, maksud saya lebih tangguh daripada Alex Mas dan dapat memenuhi Mba ‘Rika kemudian karena itu klimaks dan ejakulasi bersamaan.Kemudian Mba’ Rika isyarat yang tepat, saya melihat The rekaman eject dan mematikan komputer. Setelah tengah hari, Alex Mas baru rumah. Sebuah bergetar kecil di kamar saya menunggu perkembangan tetangga saya.

Aku takut bahwa Mba ‘Rica berbicara tentang jenis kaset, itu dapat menjadi gangguan bagi saya. Tapi tampaknya tidak terjadi. Aku mengintip melalui kembali fentilasi, apa yang terjadi selanjutnya. Jadi saya mulai mengintip, aku kaget! Karena aku melihat Mba ‘Rika dalam keadaan hampir telanjang. Ketika Mba ‘Rika hanya mengenakan CD (celana dalam) ditimbang oleh Alex Mas.

Dan mereka-mulai bersanggama. Tetapi sebagai yang pertama-pertama, permainan berumur pendek dan tampaknya Mba ‘Rika tampaknya tidak menikmati dan tidak bisa mencapai klimaks. Bahkan saya melihat Mba ‘Rika sering kesakitan saat penetrasi atau saat diremas payudaranya. Bagaimanapun, saya senang, langkah kedua saya berhasil.

Hal itu membuat Mba ‘bisalagi Rika tidak mencapai klimaks dengan Alex Mas. Prediksiku, Mba ‘Rika akan sangat tergantung pada kaset untuk kepuasan klimaks, sementara menyalakan kaset yang hanya saya tahu, ini adalah kesempatan saya. Kamis, pukul 09.00 WIB, saya bangun dari tidur, mempersiapkan segala sesuatu.

Pada saat itu, perusahaan hari saya off bersama-sama, pas pembaca sekalikan. Hari ini bisa menjadi momen yang sangat bersejarah bagi saya. Kemarin saya memiliki mengintip Mba ‘Alex Mas Rica hari, mereka ber-suami-istri kemarin hanya 2 kali, itupun berlangsung sangat cepat, dan yang penting bagi saya, Mba’ Rika tidak bisa klimaks.
Kemarin malam saya juga bersiap-siap untuk minum segelas jamu kuat, yang dapat menambah spermsaya kualitas.

Pagi itu, setelah aku mandi, aku berpakaian terbaik saya, parfum beraroma melati kuusapkan seluruh tubuhku, rambutku juga telah disisir. Kemudian dengan langkah pasti aku melangkah ke tetangga sebelah, Mba ‘Rika sendirian. Kembali saya mengetuk pintu perlahan,

“Selamat pagi Mba ‘”, kataku msembari mengetuk pintu Mba’ Rica.

“Ya, siapa yang baik”, suara lembut Mba ‘Rika jawab dari dalam ruangan.

Mba ‘Rika-membuka pintu, kali ini ia berdiri di depan pintu, tidak seperti kemarin yang hanya terjebak kepala mereka keluar dari pintu celah terbuka se’dikit. Saat itu ia mengenakan jilbab biru dengan motif renda, terlihat sangat lucu,

“Oh kamu Rom, Rom kenapa lagi kau datang ke sini ???” tanya Mba’Rika.

“Gini MBA ‘, kemarin aku lupa untuk memberitahu Anda bagaimana mengelurkan rekaman kemarin Mba,'” kataku sambil tersenyum.

Tiba-tiba menyetujui Mba ‘Rika menjadi sangat serius, dan mengatakan,

“Kau benar-benar kurang ajar ya Rom, lalu kamu muterin kaset porno di Mba, ‘” kata Mba’ Rika sedikit keras.

Pada waktu itu saya terkaget, ternyata dia mara. Dan kemudian juga saya cepat mengarang alasan,

“Yah … maaf MBA ‘, rekaman itu adalah hadiah dari teman saya Mba’, seperti yang saya mengerti isi dari rekaman itu humor film, maafkan saya ya MBA ‘, rekaman itu bingung, yaudah saya ambil lagi ya Mba’ tape, seklai lagi maafkan aku ya Mba ‘ “kataku.

Ketika Mba ‘Rika tidak menjawab, dan kemudian ia pergi ke kamarnya. Saat itu ia tampak marah, aku berarti senang dia takut kehilangan Kaset. Lalu aku-pergi ke kamarnya melalui pintu yang telah terkena. Mba ‘Rika terkejut melihat saya mengikuti jejaknya,

“Eeeh … Anda benar-benar pergi terlalu ???” kata Mba ‘Rica.

Pada saat itu, menutup pintu kamar Mba ‘Rika, dengan tenang saya menjawab,

“Ahhh … Mba ‘melakukan munafiklah, toh Mba’ juga menyukai kaset porno, saya melihat Mba ‘masturbasi semua,” kataku tegas.

“Sialan kau ya Rom, keluar tidak Anda !!! Jika tidak saya akan berteriak,” geram Mba ‘Rica.

“Mba ‘Jangan marah sekali, coba Mba’ berpikir lagi, sejak menonton kaset, Mba ‘tidak bisa lagi klimaks dengan Mas Alex khan”, kataku sambil merebut kaset dan memecahkannya. Segera Mba ‘Rika terkejut,

“Ka … kau …”.

Belum memiliki dia menyelesaikan kata-katanya, aku memotongnya,

“Saya bersedia memberikan kepuasan kepada MBA ‘Rika, saya jamin Mba’ Rika memiliki klimaks ketika bermain dengan saya”, rayuku.

“Sialan, Anda Out !!!”, Dia geram lagi.

“Oh Anda tidak bisa, tidak mudah Mba ‘mengusir saya, datang Mba’ Rica jangan marah !!! berpikir tentang hal itu, satu-satunya kesempatan saya, jika Mba ‘Rika tidak menggunakan saya, MBA kuno’ Rika akan pernah mencapai klimaks lagi “, kataku terus menghasutnya.

Ketika Mba ‘Rika berhenti, saya sangat senang dan berpikir ia mulai rayuanku termakan, bagaimanapun,

“Tidak ada ya tidak, Anda memahami nggks pula ??? keluar Anda !!!! Mba mengatakan ‘Rika berteriak padaku lagi.

Sebenarnya saat itu saya mulai takut dan gemetar, tapi itu sudah basah, jadi aku terus mencoba merayu Mba’Rika dan berkata,

“Kami merekomendasikan Mba ‘berpikir lagi, di sini hanya aku yang mengajukan diri memuaskan MBA’, saya satu-satunya kesempatan MBA ‘, jika Mba’ tidak mengambil kesempatan ini, Mba ‘akan menyesal seumur hidup …”, kataku sedikit tegas.

Aku melihat Mba tua ‘Rika diam, bahkan dia telah merosot di samping tempat tidurnya. Aku pura-pura mengalah,

“Ya Udahlah, jika Mba ‘atau tidak, aku pergi, aku hanya menyesal ngelihat Mba,'” kataku, berjalan pergi.

Tapi aku melihat Mba ‘Rika hanya diam-diam duduk di tempat tidur, saya membatalkan niat saya, yang memiliki pintu terbuka sekarang ditutup lagi dan aku kunci dari dalam. Perlahan aku mendekati Mba ‘Rika, aku melihatnya menangis,

“Mba ‘, jangan menangis begitu dong, maksud saya tidak ada salahnya sama sekali MBA’, kataku, mulai menyeka air matanya dengan tangan saya.

Lalu perlahan-lahan aku meraih bahu Mba ‘Rika dan saya mendorong dia untuk berbaring diam-diam di tempat tidur. Ternyata Mba ‘Rika hanya berpikir, aku senang seklai waktu, akan rayuanku berhasil mogok pendiriannya.Kemudian saya mulai membuka ritsleting celananya, lalu ia tampaknya inign menolak, tapi kemudian aku santai menepis tangannya.

Aku-aku terus tindakan dengan meletakkan tangan saya ke dalam celana Mba ‘Rica. Tanganku masuk ke CD (celana) itu, kemudian langsung menuju nafsu lubang jari tengah. Aku punya terburu nafsu, jari mencucuk-cucukkan ke lubangitu berkali-kali.

“Aghhhhh … Ssss … Aghhhhhhh”, mendesah Mba ‘Rika menemani setiap tindakan dari jari-jari saya.

Aku ingin membuatnya terang-sang, dan mencapai klimaks. Kemudian dengan cepat kutarikcelana pan-jang dan kolornya, sehingga melihat paha putih dan mulus, paha mulus aku menciumnya berulang kali, menjilat paha putih Mba ‘Rika merata. Sayapun mengincar klitoris Mba ‘Rika mengintip dari atas liang senggama nya.

Tanpa membuang-buang waktu saya langsung mengkulum klitoris di mulut saya,

“Eummm … sruppp … eummmm … sruppp … sruppp”, suara lidahku menari-nari di dalam clitorisnya, ssembari kadang-kadang saya menggigit perlahan Mba’Rika klitoris.

“Aghhhh … Oughhhhh … SSSSSSS … Rom … Aghhhhhh”, desah Mba ‘Rika mulai.

Ketika tangan semakin kupercepat menusuk lubang hubungan Mba ‘menggila Rika dan lidahku menari-nari di atas klitoris. Perlahan kubimbing Mba ‘Rika memuncak, sampai akhirnya …

“Oughhhhhhhhhhhhhhh ….” menjerit Audible diam-diam Mba ‘Rika menemani klimaksnya.

Pada saat itu aku melihat jari-jari saya yang basah, itu bukan karena liurku tetapi karena lendir kawin Mba ‘Rika yang telah basah. Aku mencium feminitas, bau cairan wanita klimaks feminin khas. Aku tersenyum, hati saya senang bisa membawa Mba ‘Rika mencapai klimaksnya.
Tapi aku tidak berhenti di situ.

Setelah pertandingan melambat jari saya di coitus vaginanya, kini game jari saya itu kembali kupercepat. Terdengar desahan Mba ‘Rica,

“Aghhhh … Oughhhh … Yeaah …”, Mba ‘Rika mulai mengoceh.

Sementara tangan kiri saya untuk beroperasi di MBA perempuan ‘Rika, tangan kanan saya mulai meremas blus Mba’ Rika, cepat merobek blus itu tangan kanan saya dan menarik payudara bra menyembullah Mba ‘Rika membukit.Kemudian indah menghisap puting saya sambil meremas tangan kanan saya Mba payudara ‘Rika bergantian,

“Slurrpp … slrrrrpp … .slluuurpp” puting saya mengisap suara Mba ‘Rica.

Dan duduk itu-itu mendesah Mba ‘Rika mulai terdengar di telinga saya,

“Ughhhh … Aghhhh … terus … Rom … terusin … Sssss …”, katanya.

Ketika dengan tangan kiri saya masih beraksi pada wanita Mba ‘Rica. Sekarang mulutku mulai merangkak maju menuju bibir Mba ‘Rika mendesah mendesah, sehingga kami melihat wajah masing-masing, kulumat bibir mungil itu dalam-dalam, Mba’ Rika sedikit terkejut,

“Oughhhh … eummm … slurpppp”

Ketika Mba ‘Rika tidak bisa lagi berbicara, karena bibir memiliki kulumat, dan dengan nya sekarang-bertemu dengan lidahku mulai menari di mulutnya. Pada saat itu aku mencoba untuk memandu MBA ‘Rika sehingga klimaks untuk kedua kalinya. Sehingga ketika klimaks yang saya bisa memasukankejantananku, menembus kewanitaannya.

Karena saya sadar penetrasi itu akan sangat sakit karena ukuran kedewasaan lebih besar dari biasanya punya Alex Mas masuk.Sambil mencium dan jerami-lubang hubungan Mba ‘Rika, tangan kanan saya mulai melepas celana dan petinju saya, dan kemudian melemparkannya ke lantai. Membelai tangan kananku – membujuk Torpedoku yang mulai mengeras.

Setelah sekian lama, akhirnya Mba ‘Rika mencapai klimaksnya untuk kedua kalinya,

“Oughhhhh … Ssssssssssssssss …. Enak Rom … Aghhhhhhh”, desah Mba ‘Rica.

Mba ‘Rika mengerang, tapi tidak selesai mengerang, saya langsung terjebak kedewasaan saya perlahan-lahan ke dalam kewanitaannya.

“Ughhhh … Ssss … Aghhhhh …”, suara Mba ‘Rika terkesiap.

Ketika disertai dengan samar atanya tatapan serius pada saya, saya tersenyum.Sayapun mengambil posisi duduk dan mengangkang kedua paha Mba ‘Rika dengan kedua tangan, kemudian penetrasi kulsayakan Torpedoku perlahan dari waktu ke waktu menjadi lebih cepat.

“Clepppp … Slerppp … Pyekkk … Pyekkk … Pyekkk …”, suara kewanitaan basah karena kedewasaan mulai.

Lalu Mba ‘Rikapun berkata,

“Oughhhhh … yeaaah … terus Rom, Oughhh … Sssss … Aghhhh …”, racau Mba ‘Rika keluar dari tangan.

Pada waktu itu saya menjadi semakin mempercepat genjotan, kakinya sekarang saya berbaring di bahu saya, posisi pinggul Mba ‘dan kemudian aku mengangkat saya sedikit Rica-terus mendorong pinggulku lagi dan lagi. Sementara itu, dengan tarikan melepas jilbabnya, muncul rambut sebahu hitam milik Mba ‘Rika indah, sementara aku membelai meningkatkan rambut hitam.

“Oughhhh … Oughhhhh … Ssss … aghhhh …”, desah kami hidup berdampingan.

Suara mendesah dan Mba ‘Rika terus terdengar bergantian seperti irama musik alam yang indah.Setelah tua, saya mengubah posisi MBA’ Rico, jadi sekarang diaada menariknya di pangkuanku dan kami duduk saling berhadapan, sementara maskulinitas dan feminitas yang masih menyatu. Tanganku memegang pinggul Mba ‘Rica, membantunya untuk turun.

Kepalaku kini dihadapkan pada dua payudara montok segar dan bergoyang karena gerakan kami berdua. Pada waktu itu saya-pun langsung membenamkan kepalaku ke payudara kedua, menjilat dan mencium-gantian.Tak saya pikir genjotanku sia-sia, tak lama ….

“Ughhhh … Ssss … Oughhhhh …”, desah Mba ” Rika.

Mba mendesah panjang ‘Rika tanda bahwa Mba’ Rica memiliki klimaks, kemudian kepala menatap langit-langit kamarnya saat itu. Saya merasa hebat, maka akhirnya genjotanku kupelankan dan menghentikan mereka sejenak. lama-pandangan kita menatap satu sama lain, kemudian mencium bibirku Mba ‘Rika dan Mba’ Rika juga menyambut ciuman.
Pada waktu itu kami-bahkan saling berciuman mesra, memang sukacita. Bahkan saya lama berhenti berciuman, saya terkejut, Mba ‘Rika ternyata menangis, dan kemudian saya bertanya,

“Kenapa Mba ‘Rika? Aku menyakiti Mba’ ya ???” Aku lembut bertanya sedih.

Dengan masih terisak dengan air mata, Mba ‘Rika mengatakan,

“Tidak KoG Rom, Anda hanya perlu membuat Mba ‘bahagia, sebelumnya Mba’ tidak pernah merasa kebahagiaan tersebut dengan suaminya Mba ‘”, katanya.

Kami berdua tersenyum, lalu perlahan-lahan semua aku berbaring Mba ‘Rica. Aku lembut meremas mengencangkan penetrasiku kembali.Sambil kedua payudara-daranya, tubuh saya melemparkan Mba ‘Rika ke kiri dan ke kanan. Kami berdua mendesah bergantian,

“Aghhhh … Aghhhh … Aghhhh …”, aku mendesah.

“Oughhhh … Oughhhhh … Ssss … aghhhh …”, desah Mba ‘Rica.

Sampai akhirnya aku mulai merasakan setiap otot tegang dan kedewasaan cairan sebagai di akhir, siap untuk meledak.Saya ingin melsayakannya udara bersama-sama dengan MBA ‘Rika. Untuk itu saya memeluk Mba ‘Rica, miliknya dan membelai rambutnya lembut. Usahsaya berhasil karena perlahan Mba ‘Rika kembali light-sang, bahkan lengan terlalu cepat.Dalam berbisik ke telinga MBA’ Rica,

“Ughhhh … Tahan … tahan … MBA ‘, kami menghabiskan waktu bersama ya MBA’, Ssss … Aghhhhh …”, kataku terus Mba ‘Rica.

“Oughhhh … Ssss … Aku sudah cukup … Oughhhh Rom …”, kata Mba ‘Rica, sambil mendesah.

Pada saat itu saya melihat matanya ditutup menahan klimaks.

“Perlahan – perlahan MBA ‘, kita lsayakan serempak,” kataku sambil berbisik kupelankan torpedoku ayunan.

Pada akhir saya ingin terjadi, vena saraf tegang, kedewasaan lebih mengeras. Lalu aku mendorong pinggulku sangat berulang-ulang dengan cepat.

“Ouhhhh … Ssss … Aghhh …”, mengi Mba ‘Rica.

Kepalanya tersentak sebagai dorongan kedewasaan,

“Lepaskan … lepaskan … MBA ‘, sekarang !!! suarsaya menemani mendesah Mba’ Rica.

Sketika itu Mba ‘Rika-juga mengikuti saran saya, dia juga akhirnya merilis klimaksnya,

“Ouhhhhhhhhhh … Ssss … Aghhhhh … …” desah Mba ‘Rica.

suara berat menandakan ejakulasiku, disertai klimaks Mba ‘Rica. Pada waktu itu saya-mencengkeram sesampainya ejakulasi nya. Setelah pertandingan sexs itu, masih telanjang aku berbaring di samping Mba ‘Rika juga telanjang. Mba ‘Rika memeluk saya dan mencium saya di pipi sebanyak yang ia membisikkan sesuatu ke telingsaya.

“Terima kasih Rom ya, saya puas dengan permainan sexsmu …”, bisik Mba ‘Rika saya puas.

Ketika Mba ‘Rika saya melihat senang, maka dia memelukku erat, sambil menyandarkan kepalanya di dadsaya. Dalam hati saya merasa senang, gembira, tapi juga sedih. Aku sedih dan menyesal melsayakan ini dengan MBA ‘Rika, aku takut dia tidak akan pernah lagi mencapai klimaks selain saya, ini berarti aku sengsara Mba’ Rica.

Recent search terms:

  • cerita seks pengantin baru
  • cerita ngentot pengantin baru
  • cerita dewasa pengantin baru
  • cerita bokep
  • cerita ml pengantin baru
  • Cerita belah duren
  • cerita sek pengantin baru
  • cerita bokep pengantin baru
  • cerita hot pengantin baru
  • bokep pengantin baru